-0.9 C
Munich
Rabu, 19 Januari, 2022

Utamakan Kualitas Inap Perbedaan makna Alam Terbuka

Must read

BERKELAS : Sugeng Sugiantoro General Manager, tengah menunjukan satu dari bangunan Heritage cikal bakal dari kehadiran Mesastila Resort & Spa Losari, Grabag Magelang Jawa Tengah. FOTO : DWI SAMBODO/JATENG POS.

JATENG.CO.ID, SEMARANG – Memiliki panorama alam hijau dengan bangunan heritage spesial tempat tinggal joglo Jawa dan tatanan disain tradisional, sebagai unggulan Mesastila Resort & Spa, satu dari tempat inap berkelas yang berada di Losari Grabag Magelang.

Tidak sekedar sebagai jujugan tempat inap, keluarga & wisatawan. Mesastila yang memiliki luas 23 hektar itu, pula memiliki kebon kopi semenjak masa kolonial yang sampai kini masih aktif.

Selain panorama hijau dengan pemandangan gunung & kebon kopi luas menghambar. Mesastila, pula memiliki ragam fasilitas yang menghasilkan betah pengunjung buat relaksasi diri jauh dari kebisingan kota.

Sugeng Sugiantoro General Manager Mesastila Resort & Spa, berkata, tempat menginap yang dikelolanya bareng tim, benar – benar mengedepankan kualitas inap berkelas berbalut konsep tradisional.

“Mesastila hanya memiliki 23 villa dengan 30 kamar aneka macam tipe. Memang sangat terbatas, namun kualitas yang kami hidangkan mengacu dalam usaha hospitality kelas bintang lima”, ungkapnya.

Dari 23 Villa yang tersedia yakni terdapat tipe, one bed room plantation, one bed room arum 11, ambar family, ambar two bed room 1 & bella vista villa 5 bed room. & seluruh villa tadi, memiliki letak & venue berbeda – beda yang mengacu dalam pemandangan alam hijau dengan kualitas udara sehat.

“Kami utamakan kualitas buat pelanggan menginap dengan aneka macam fasilitas menarik antara lain, Spa, kolam renang, kulinari, afternoon tea, yoga, tur kebon kopi, fitnes, tour kamping & lainya. Seluruh fasilitas tadi gratis buat tamu menginap”, terangnya.

Tidak hanya itu, fasilitas gathering, meeting & acara lainya, misalnya arisan, temu komunitas & acara lainya dapat dihelat di Mesastila dengan sentuhan perbedaan makna alam hijau.

Mesastila Resort & Spa yang telah sebagai langgangan para ekspatriat, wisatawan manca sebelum masa pandemi. Kini, sedikit mengalami perubahan segmentasi yang banyak dikunjungi wisatawan atau segmentasi keluarga lokal.

“Masa pandemi sempat stagnan khususnya dalam gelombang 2 Covid-19 kemudian. Namun, selesainya itu, kami bisa bangkit meski mengalami perubahan segmentasi. & kini trenya berubah, banyak pengunjung lokas yang berkunjung & menginap. Kedepan, kami tetap optimis Mesastila satu-satunya penginapan ditengah kebon kopi di Indonesia, bisa kembali bangkit sebagai musim setter penginap industri pariwisata kelas dunia”, tutup Sugeng Sugiantoro.

Dengam menerapkan CHSE baku Kemenparekraf RI dan didukung pelayanan prima dan penemuan pelayanan ditengah masa pandemi. Mesastila Resort & Spa, siap sebagai jujugan primer wisatawan segmen berkelas. (ucl)

- Advertisement -spot_img

More articles

- Advertisement -spot_img

Latest article