Minggu, Desember 5, 2021

Terima Kasih Pengajar Idamanku, Sebuah Renungan dalam Hari Pengajar

- Advertisement -
- Advertisement -

Sang: Nila Ubaidah

MASIH hangat dengan perbedaan makna Hari Pengajar Nasional, yang waktu ini diperingati. Tugas sebagai seseorang pengajar artinya pekerjaan yang sangat mulia. Seseorang pengajar tidak hanya bertanggung jawab buat menjadikan anak didiknya sebagai paham di bidang ilmu pengetahuan saja, tetapi pula bertanggung jawab atas adab, akhlak & moral anak didiknya di dunia pendidikan ini.

Begitu mulianya pekerjaan seseorang pengajar dan betapa beratnya memikul tanggung jawab seseorang pengajar. Hal itulah yang menjadikan faktor kenapa tidak seluruh orang dapat sebagai seseorang pengajar yang berhasil. Hanya orang-orang yang memiliki rasa cinta yang tulus buat anak didiknya & berdedikasi tinggilah yang bisa sebagai seseorang pengajar yang berhasil.

Inilah pribadi seseorang pengajar yang berhasil mengajar sekaligus mendidik akhlak anak didiknya. Seseorang pengajar idaman yang selalu dirindukan cinta & kasih sayangnya. Tidak gampang sebagai pengajar idaman bagi para anak didik, tetapi apa salahnya apabila kita mau belajar buat sebagai pengajar idaman. Sebab tidak terdapat yang tidak mungkin di dunia ini.

Banyak orang yang telah menuntaskan gelar sarjana pendidikan, tetapi masih banyak yang tidak memahami bagaimana cara sebagai sosok pengajar yang selalu di cintai sang anak didik, atau sebagai sosok pengajar idaman bagi anak didiknya. Hal inilah yang wajib di perhatikan sebab di tangan seseorang gurulah proses pendidikan secara umum dapat berhasil. Ditangan profesi seseorang pengajar pula kelak bermunculan banyak profesi lainnya.

Tugas & Tanggung Jawab

Secara garis besar, tugas & tanggung jawab seseorang pengajar artinya mendidik, mengajar, sebagai suri teladan yang baik, & mengembangkan kecerdasan dan bakat yang di miliki anak didiknya. Kecerdasan & bakat perlu dikembangkan supaya anak didik sebagai generasi yang siap & bisa menghadapi segala tantangan di masa depan.

Kecerdasan yang perlu dikembangkan sang seseorang pengajar antara lain artinya Kecerdasan Intelektual (kemampuan buat mempelari sesuatu), Kecerdasan Emosional (kecerdasan yang terdiri dari lima komponen yaitu kesadaran diri, manajemen emosi, motivasi, ikut merasakan & mengatur kontak social), & Kecerdasan Spiritual (kecerdasan yang mengangkat fungsi jiwa).

Modal primer supaya sebagai pengajar idaman atau di cintai anak didik artinya memiliki kontak yang dekat dengan mereka. Kedekatan tadi dapat dibangun dengan kedekatan secara lahir & kedekatan secara batin. Kedekatan secara lahir dapat dibangun dengan bentuk perhatian kepada anak didik.

Berikan perhatian dengan hati yang tulus tulus & penuh cinta kasih maka anak didik pasti dapat merasakannya. Kedekatan secara batin dapat di lakukan dengan mendoakan secara khusus buat anak didik.

Sebagai seseorang pengajar idaman wajib dapat membangun suasana yang menyenangkan. Siapapun pasti akan merasa suka apabila berada didalam suasana yang menyenangkan. Hal tadi dapat dilakukan dengan cara memahami kebutuhan anak didik, sebab dalam dasarnya setiaap anak mempunyai kebutuhan & kemampuan yang berbeda-beda.

Kemudian dengan membagikan penghargaan, bukan berarti sebuah materi tetapi dapat dengan memakai kata-kata yang bermakna positif & menyenangkan. Seseorang pengajar pula wajib dapat mengontrol emosi dengan baik supaya seluruh masalah yang terjadi waktu pembelajaran dapat diselesaikan dengan ketua dingin.

Tidak menjaga jarak dengan anak didik pula perlu dilakukan seseorang pengajar buat membangun keakraban dengan anak didiknya. Apabila seluruh itu dilakukan maka suasana yang menyenangkan akan terbangun dengan sendirinya.

Pengajar idaman artinya pengajar yang dapat berperan menjadi orang tua kedua bagi anak didiknya. Dengan cara membangun rasa kasih sayang sebagaimana yang orang tua mereka berikan. Menunjukkan yang terbaik, tentunya mengenai hal-hal pendidikan.

- Advertisement -
Latest news
- Advertisement -
Related news
- Advertisement -