Senin, Oktober 25, 2021

Tegas! Turis Asing Tidak Pake Masker Siap-Siap Dideportasi – JATENG.CO

- Advertisement -
- Advertisement -
Gambaran (Foto; insidehook.com)

JATENG.CO, DENPASAR – Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif (kemenparekraf) menegaskan kewajiban penggunaan masker di tempat-tempat wisata, termasuk bagi turis asing. Bagi yang melanggar akan dideportasi.

Hal itu diungkapkan Staf Pakar Bidang Manajemen Krisis Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Henky Hotma P Manurung dalam webinar terkait Kesiapan Bali Sambut Wisatwan Mancanegara.

Beliau menegaskan wisatawan mancanegara (wisman) atau turis asing yang berkunjung ke Bali, tetapi tidak mematuhi protokol kesehatan akan diancam pembuangan ke luar negeri. “Yang tidak mau pakai masker pun langsung pembuangan ke luar negeri,” kata Henky, misalnya dilansir dari CNNIndonesia.com Rabu (13/10/2021).

Henky merespons hal ini dengan tegas mengingat beberapa wisman kerap menolak atau tidak mau memakai masker & tidak mematuhi protokol kesehatan.

Misalnya diketahui, dalam April kemudian saja Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Satgas Covid-19, & Kepolisian Bali berhasil merazia 120 wisman yang tidak mematuhi protokol kesehatan. Henky menyampaikan bagi wisman yang terdeportasi nantinya diminta buat mencari jalan keluar dari Bali secara berdikari.

Baca pula: Sandiaga Uno: Masa Karantina Turis Asing Di Indonesia Dipangkas Jadi 5 Hari

Dia menambahkan protokol kesehatan seharusnya sebagai budaya baru di kalangan warga & wisatawan. Hal ini dilakukan supaya warga siap dalam menghadapi bencana non-alam, misalnya pandemi covid-19.

Sementara itu, Wakil Gubernur Bali Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati menyampaikan Bali siap mendapat wisman. Tetapi, wisman wajib mengikuti serangkaian protokol kedatangan, misalnya wajib melakukan tes PCR sampai melakukan karantina selama 5 hari.

“Jadi kalau terdapat tempat misalnya Tanah Lot yang sebagai daya tarik Bali, selama wisatawan sudah divaksin, tempat wisata sudah disertifikasi CHSE, & bahkan terdapat yang sudah menggunakan pelaksanaan PeduliLindungi, daerah wisata tadi telah siap sekali,” kata Tjok Oka.

Sesudah merampungkan karantina, wisman pula akan diberikan keleluasaan buat menjelajahi Pulau Dewata. Tetapi, bila ditemukan penyebaran covid-19 di daerah wisata, Pemerintah Bali akan menutup daerah tadi sesuai klaster penyebarannya. (lna)

- Advertisement -
Latest news
- Advertisement -
Related news
- Advertisement -