Minggu, Desember 5, 2021

Tebing Breksi, Area Bekas Tambang Yang Anggun & Menawan

- Advertisement -
- Advertisement -

AREA bekas tambang di beberapa wilayah umumnya dibiarkan terbengkelai begitu saja, sebagai kubangan yang membahayakan, sampai meninggalkan kesan kumuh atau bahkan menakutkan.

Tetapi hal ini tidak ditemukan dalam area bekas tambang di Tebing Breksi di Desa Sambirejo, Kabupaten Sleman. Bekas tambang yang satu ini begitu anggun dengan sentuhan seni pahat.

Sekadar keterangan, Tebing Breksi dulunya ialah tempat penambangan batu alam buat material bangunan. Dalam 2014, Pemerintah Kabupaten Sleman berinisiatif buat menutupnya demi kelestarian lingkungan.

Barulah sehabis itu, tepatnya dalam 2015, Tebing Breksi dikembangkan sebagai objek wisata. Ini buat membantu perekonomian rakyat yang dulunya bergantung dalam tambang.

Hal menarik dari Tebing Breksi ialah ukiran dalam dindingnya. Terdapat aneka macam jenis ukiran yang dipahat, mulai dari wayang sampai naga. Inilah yang kemudian sebagai magnet bagi wisatawan Yogyakarta & luar wilayah buat tiba ke sana.

Baca pula: Wisatawan Mulai Penuhi Destinasi Wisata Alam Pedesaan di DIY

Selain melihat ukiran dalam tebing, aktivitas favorit wisatawan di Tebing Breksi ialah melihat matahari terbenam alias sunset. Sunset dari Tebing Breksi ini sering dianggap menjadi sunset terbaik di Yogyakarta. Engkau dapat menikmati pemandangan Kota Yogyakarta secara leluasa dari atas sana.

Di masa pandemi COVID-19 ini, Tebing Breksi pula sangat mengedepankan protokol kesehatan. Satu dari pengelola Tebing Breksi, Dwi berkata ketika ini telah dipasang 70 wastafel di area seluas 6,5 hektar tadi.

“Ini kan wisata outdoor, di tanah ini banyak angin, berdebu. Mau tidak mau kami menyiapkan buat CHSE dengan memasang banyak wastafel supaya orang rajin cuci tangan,” kata beliau, misalnya dilansir dari detiktravel.

Selain itu, buat masuk ke Tebing Breksi, setiap wisatawan pula wajib memakai pelaksanaan PeduliLindungi. Tiket masuk per orang ialah Rp 10.000. Kemudian parkir bervariasi, mulai Rp 2.000 buat motor & Rp 5.000 buat kendaraan beroda empat. (lna)

- Advertisement -
Latest news
- Advertisement -
Related news
- Advertisement -