Minggu, Desember 5, 2021

Siklon Tropis Paddy Menjauh Dari Indonesia, Gelombang Tinggi & Hujan Deras Masih Wajib Diwaspadai

- Advertisement -
- Advertisement -
Gambaran ombak (Foto: pixabay.com)

JATENG.CO, CILACAP  – Badan Meteorologi Klimatologi & Geofisika (BMKG) mengimbau warga di daerah Jawa Tengah bagian selatan juga pegunungan tengah Jateng tetap mewaspadai potensi cuaca ekstrem meskipun siklon tropis Paddy di Samudra Hindia selatan Jawa sudah melemah.

Grup Teknisi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo berkata siklon tropis Paddy berkecimpung ke arah barat dengan kecepatan 4 knots atau 7 kilometer per jam menjauhi daerah Indonesia, sedangkan kecepatan angin maksimum mencapai 35 knots atau 65 kilometer per jam.

“Ketika ini, siklon tropis Paddy sudah melemah. Sesuai data Tropical Cyclone Warning Centre (TCWC) Jakarta, posisi siklon tropis Paddy dalam lepas 24 November 2021, pukul 01.00 WIB, berada di 13,8 derajat lintang selatan & 106,9 derajat bujur timur atau sekitar 780 kilometer selatan-barat daya Cilacap,” katanya, misalnya dilansir dari Antara.

Kendati sudah melemah & berkecimpung menjauhi daerah Indonesia, beliau berkata bekas siklon tropis Paddy masih membagikan akibat tidak langsung terhadap kondisi cuaca di daerah Jateng selatan & pegunungan tengah Jateng berupa potensi terjadinya cuaca ekstrem, yakni hujan dengan intensitas sedang sampai lebat yang kadang disertai angin kencang & petir.

Baca pula: Optimalkan Output Tembakau Temanggung, BMKG Tingkatkan Pengetahuan Iklim Bagi Petani Lewat SLI

“Apalagi sesuai prakiraan BMKG, waktu ini La Nina telah menguat sebagai moderat yang dapat menyebabkan curah hujan bulanan dapat semakin tinggi 20 sampai 70 %,” katanya.

Sang karenanya, Beliau mengimbau rakyat di daerah Jateng selatan juga pegunungan tengah Jateng terutama yang bermukim di wilayah rawan banjir, tanah longsor, & pergerakan tanah supaya tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi.

Lebih lanjut, Teguh berkata bekas siklon tropis Paddy pula berdampak terhadap peningkatan tinggi gelombang di daerah perairan selatan Jawa Barat, Jawa Tengah, & Wilayah Istimewa Yogyakarta juga Samudra Hindia selatan Jabar-DIY.

Dalam hal ini, kata beliau, tinggi gelombang di daerah perairan selatan Jabar-DIY juga Samudra Hindia selatan Jabar-DIY berpotensi mencapai 2,5 meter sampai 4 meter atau masuk kategori tinggi.

“Sang karenanya, kami mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi di perairan selatan Jabar-DIY juga Samudra Hindia selatan Jabar-DIY yang berlaku sampai lepas 25 November 2021, pukul 07.00 WIB, & akan diperbarui apabila terdapat perkembangan lebih lanjut,” katanya.  (lna)

- Advertisement -
Latest news
- Advertisement -
Related news
- Advertisement -