Minggu, Desember 5, 2021

Rekreasi jadi Salah Satu Tolok Ukur Keharmonisan Famili

- Advertisement -
- Advertisement -

Pengenalan Pendataan Famili buat mencari database keharmonisan famili. Foto : Ade Ujianingsih/JATENG.CO


JATENG.CO.ID, SUKOHARJO – Sampai kini sejumlah perkara kekerasan terhadap perempuan & anak yang dipicu ketidakharmonisan famili, dilaporkan masih terjadi di Kabupaten Sukoharjo.

Fakta yang didapat, sesuai pendataan terakhir dalam tahun 2020 kemudian, akar ketidakharmonisan tadi rata-rata penyebabnya ialah faktor ekonomi dalam famili.

Sang Badan Kependudukan, Famili Berencana Nasional (BKKBN) bareng Dinas Pengendalian Penduduk, Famili Berencana & Pemberdayaan Perempuan & Proteksi Anak (DP2KBP3A) Sukoharjo mulai dilakukan penguatan pendataan famili, diawali melalui pengenalan.

Ketua DP2KBP3A Sukoharjo Proboningsih Dwi Danarti menjelaskan, tujuan penguatan pendataan famili menjadi database seluruh kebijakan pemerintah dengan metode melalui beberapa pertanyaan buat mengetahui sejauhmana tingkat keharmonisan famili & masalah famili.

“Dari pendataan itu, akan nampak apakah famili tadi serasi. Contoh pertanyaannya, apakah dalam waktu 1 bulan terakhir, mereka pernah rekreasi bareng,” kata Probo, Jumat (22/10/2021).

Dari pertanyaan dalam penguatan pendataan famili tadi, nantinya akan dijadikan tolok ukur buat mengetahui tingkat keharmonisan sebuah famili, dimana berdasarkan Probo, sesuai tujuan akhir BKKBN, yakni pembangunan insan yang berkualitas.

“Ketidakharmonisan dapat memicu kekerasan terhadap perempuan & anak, misalnya KDRT (Kekerasan Dalam Tempat tinggal Tangga). & ternyata sehabis kami turun ke lapangan, KDRT itu rata-rata menimpa famili yang tingkat ekonominya di bawah baku,” ungkapnya.

Buat menghindari ketidakharmonisan sampai KDRT, dalam pengenalan Probo memberikan supaya rakyat, khususnya bagi mereka yang akan menikah, agar memahami terlebih dulu tujuan daripada menikah.

“Apapun, itu wajib direncanakan supaya ke depan sehabis menikah & mempunyai anak, anak – anak ini sebagai anak yang berkualitas. Jadi tidak menelantarkan anak di kemudian hari,” tegasnya.

BKKBN menggelar pengenalan dengan menggandeng Kodim 0726/Sukoharjo, komunitas Omah Sambung, Yukata Peduli & komunitas PSC.

Ketua Omah Sambung Derri Adhy Gunawan menjelaskan, selain aktivitas pengenalan penguatan pendataan famili, pihaknya pula menggelar vaksinasi dengan sasaran warga bantaran sungai Bengawan Solo.

“Vaksinasi yang diberikan, sebagian Dosis pertama & sebagian lagi Dosis kedua. Buat vaksinasi, kami kerjasama dengan Kodim 0726 Sukoharjo, PSC, Yukata Peduli, dan Famili Omah Sambung Mojolaban,” kata Derri di lokasi aktivitas, Banana Garden Mojolaban di pinggir Bengawan Solo.

Dari aktivitas yang dihadiri Dandim Sukoharjo Letnan Kolonel Inf Agus Adhy Darmawan, & anggota Komisi IX DPR RI Muchamad Nabil Haroen ini, Diharapkan peserta vaksinasi yang pula ikut pengenalan, memahami seputar famili berencana dan mengetahui cara membangun famili serasi. (Dea)


- Advertisement -
Latest news
- Advertisement -
Related news
- Advertisement -