Minggu, Desember 5, 2021

Punya Rapot Merah & IPK Rendah, Ini Kisah Bagus Muljadi yang Dapat jadi Dosen di Inggris

- Advertisement -
- Advertisement -

Buat dapat bersekolah di luar negeri, bukanlah masalah yang gampang. Pasalnya, akan membutuhkan biaya yang sangat mahal & tekanan yang berat jua. Sang karena itu, kebanyakan orang yang sekolah di luar negeri, kalau tidak kaya banget, ya jenius luar biasa.

Baca pula: Investasi Emas, Pengertian, Tips, & Risikonya

Ternyata terdapat pula loh orang yang nilainya dibilang rendah, tetapi dapat sekolah di luar negeri. Bahkan beliau dapat jadi guru di satu dari universitas di Inggris sana. Ayo mengenal Bagus Muljadi, diaspora Indonesia yang jadi dosen sekaligus ilmuwan di luar negeri itu.

Masa sekolah & S1 yang dapat nilai tidak baik

Bagus Muljadi tidak misalnya waktu ini, yang dipandang sebab kemampuan & gelar akademiknya. Ternyata, dulu dirinya malah sering mendapatkan rapor merah waktu masih bersekolah. Pun demikian waktu masuk jenjang S1, keadaan tadi tidak membaik & dirinya masih sering mendapatkan nilai rendah.

Bagus Muljadi [sumber gambar]

Alhasil, dirinya hanya mendapatkan IPK 2,69 waktu lulus dari perguruan tingginya di ITB. Bagus sendiri mengambil jurusan teknik mesin & selama masa kuliahnya sering kali bolos, sebagai akibatnya wajib mengikuti semester pendek sebab nilainya tidak mencukupi. Sampai akhirnya dirinya wajib telat lulus ketimbang teman-temannya yang lainnya.

Nekat buat pergi ambil S2

Sebab nilai akademiknya yang terbilang rendah, Bagus sempat banyak mendapat penolakan waktu melamar kerja. Ya, persaingan yang ketat membuatnya wajib mencari akal buat dapat jalan buat kariernya di masa depan. Akhirnya, beliau menentukan buat melanjutkan S2, bahkan nekat hingga ke keluar negeri.

Ambil S2 [sumber gambar]

Sampai akhirnya, satu dari profesor di Taiwan merespon surat Bagus & akhirnya merekomendasikan beliau buat melanjutkan kuliah di sana. Uniknya, laki-laki yang satu ini tidak mendapatkan beasiswa sepeser pun & seluruh biaya ditanggung pribadi. Tetapi demikian, seluruh wajib dilakukan buat bekal kariernya di masa depan. Beruntung seluruh dapat diatasi sampai Bagus lulus S2 bahkan lanjut S3.

Rela kerja demi dapat terus kuliah

Misalnya yang dijelaskan sebelumnya, Bagus mengambil S2 tanpa terdapat beasiswa. Sang karena itu, beliau wajib memikirkan segala cara agar uangnya relatif, baik buat kebutuhan sehari-hari atau pun biaya pendidikan.

Kerja buat kuliah [sumber gambar]

Maka itu, lelaki yang satu ini lebih menentukan buat sebagai seseorang sales pompa air buat mendapatkan uang tambahannya. Melalui koneksi yang selama ini beliau bangun, akhirnya usaha ini tidak mengecewakan memproduksi keuntungan, sebagai akibatnya tidak terdapat hambatan masalah keuangan. Dilansir dari page Merdeka, Bagus menyadari kalau beliau bukanlah mahasiswa yang cemerlang, jadi sulit buat dapat beasiswa, beliau wajib berdikari buat bertahan di sana.

Jadi dosen di satu dari universitas di Inggris

Sesudah usaha panjang dalam menempuh pendidikan, akhirnya seluruh terbayar pula. Bagaimana tidak, Bagus sangat dihargai di luar sana sebab banyak mengambil jurusan pendidikan yang berbeda.

Jadi dosen [sumber gambar]

Ya, waktu masih S1 di ITB beliau mengambil jurusan teknik mesin, sedangkan waktu S2 di National Taiwan University jurusannya mekanika terapan, di Postdoctoral di Toulouse dengan Matematika & Ilmu Bumi, & terakhir di Nottingham University dengan ilmu Kimia. Kini dirinya sebagai dosen muda sekaligus asisten Professor of Chemical and Environmental Engineering di University of Nottingham.

BACA JUGA: Indra Rudiansyah, Pemuda Indonesia yang Turut Berperan dalam Terciptanya Vaksin AstraZeneca

Bagus Muljadi membuktikan bagaimana kerja keras dalam menempuh pendidikan tidak terdapat yang sia-sia. Selama terdapat kemauan, pastinya terdapat jalan jua. Sang karena itu, kita pula tidak boleh menyerah dalam menggapai harapan. 

- Advertisement -
Latest news
- Advertisement -
Related news
- Advertisement -