3.5 C
Munich
Rabu, 19 Januari, 2022

Prihatin Kebijakan Pemortalan Tempat Alun-Alun, Ratusan Warga Kota Tegal Gelar Doa Bareng

Must read

TEGAL – Seratusan warga yang beraktivitas, tinggal & mencari nafkah di daerah Alun-alun & Jalan Pancasila Kota Tegal menggelar doa bareng, Sabtu (4/12/2021) malam.

Aksi yang digelar di Jalan Pancasila tadi menjadi bentuk keprihatinan atas kebijakan Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono yang menutup daerah tadi dengan portal ketika malam hari.  Selain menghambat akses, penutupan portal di waktu itu dipercaya mematikan geliat perekonomian warga sekitar yang sedang bangkit dari akibat pandemi.

Kepala Paguyuban Pedagang Tempat Alun-alun Kota Tegal (P2KAT), Anis Yuslam Dahda berkata, aksi buat menguatkan usaha warga & para pedagang. Harapannya, supaya Wali Kota Dedy Yon dapat menganulir kebijakan portal penutup jalan daerah itu, & rambu larangan parkir di Jalan Pancasila supaya dihilangkan.

“Wali Kota menjadi pengambil kebijakan dapat menganulir kebijakan menutup portal & mencabut larangan parkir Jalan Pancasila. Sebab pula banyak pertokoan & jasa, kasihan,” kata Anis kepada wartawan.

Anis berkata, jangan hingga terjadi egoisme & arogansi kekuasaan yang dalam akhirnya merugikan rakyat mini. “Kita ingin jangan hingga terdapat egoisme & arogansi kekuasaan. Tanpa menimbang kepentingan warga & pedagang setempat,” kata Anis.

Dari Anis, pembangunan di Kota Tegal harusnya mengutamakan buat kesejahteraan warganya. “Sebagai akibatnya warga sekitar alun alun dapat terisi perutnya. Sebab efek penutupan portal omzet pedagang menurun sampai 70 %,” kata Anis.

Dari Anis, apa artinya tempat yang indah & nyaman, tetapi banyak warganya yang kehilangan mata pencaharian & bangkrut. “Penutupan daerah Alun-alun setiap hari pukul 17.30-24.00 WIB dilakukan tanpa Perwal & tanpa pengenalan kepada warga,” kata beliau.

Anis menyebut, kebijakan Pemerintah Kota itu nyata-nyata menghambat akses keluar-masuk warga & mematikan usaha perdagangan. Bahkan pernah terdapat seseorang warga yang hingga meninggal dunia sebab kendaraan beroda empat ambulans terhalang portal ketika hendak ke tempat tinggal sakit.

“Surat telah dilayangkan ke pihak terkait bahkan hingga diberitakan di aneka macam media massa. Tetapi semuanya belum sanggup mengganti keadaan,” kata Anis.

Dengan aksi doa bareng itu, harapannya dapat menggugah hati Wali Kota Dedy Yon supaya mempertimbangkan kembali kebijakan menutup akses masuk ke daerah Alun-alun

“Kami berharap aksi ini dapat menggugah hati Wali Kota. Sebab pula daerah ini sesuai Peraturan Daerah RTRW daerah perdagangan bukan wisata. Peraturan Daerah RTRW ini berlaku sampai 2031,” pungkas Anis.

Selain doa bareng, dalam aksi tenang malam itu pula menggalang dukungan dengan pembubuhan tandatangan. Aktivitas turut diwarnai aksi teatrikal. (*)

Editor: Muhammad Abduh

- Advertisement -spot_img

More articles

- Advertisement -spot_img

Latest article