-0.9 C
Munich
Rabu, 19 Januari, 2022

Pemerintah Daerah DIY Akan Melakukan Pemeriksaan Tak terencana Pendatang Di Perbatasan

Must read

Gambaran pemeriksaan & penyekatan kendaraan di Perbatasan Temon Kulon Progo (Foto: dishub.kulonprogokab.go.id)

JATENG.CO, JOGJA – Pemerintah Wilayah Istimewa Yogyakarta (DIY) memperketat aturan di pintu masuk perbatasan daerah ini melalui sejumlah ketentuan guna mengantisipasi penularan Covid-19. Di antaranya menggelar pemeriksaan tak terencana pagi pendatang di 3 perbatasan.

Ketua Bidang Penegakan Aturan Satgas Covid-19 Wilayah Istimewa Yogyakarta (DIY) Noviar Rahmad mengungkapkan petugas gabungan Tentara Nasional Indonesia/Polisi Republik Indonesia & Dinas Perhubungan dan Satuan Polisi Pamong Praja akan melakukan pemeriksaan di 3 perbatasan secara tak terencana mulai 24 Desember sampai 2 Januari 2022.

“Perbatasan masuk Yogya yang jadi daerah pemeriksaan secara tak terencana di sisi utara Yogya yakni di Tempel, pintu masuk barat di Temon, & pintu masuk timur di Prambanan,” kata Noviar, belum lama ini.

Dilansir dari harianjogja, Pemeriksaan tak terencana itu akan dilakukan sehari 3 kali, baik pagi, siang & malam kepada pelaku bepergian yang masuk Yogya. Wisatawan yang masuk Yogya wajib mengantongi kartu bukti telah divaksin Covid-19 & menyertakan output tes swab antigen sebagaimana kondisi bepergian darat.

“Pemeriksaan di perbatasan Yogya akan dilakukan setiap hari mulai lepas 24 Desember, & jamnya tidak tentu dan tidak menyasar seluruh kendaraan yang melintas supaya tidak menimbulkan kemacetan,” kata Noviar.

Tidak hanya itu, Pemerintah DIY pun akan menambah jumlah personil buat melakukan pengawasan libur Natal & Tahun Baru itu. Dari Satpol PP, jumlah personil yang diturunkan dilipatgandakan dari 100 sebagai 250 personil yang akan membantu Tentara Nasional Indonesia/Polisi Republik Indonesia patroli melakukan pengawasan protokol di banyak sekali tempat rawan kerumunan.

Baca pula: Mulai Januari 2022, PKL di Tempat Malioboro Jogja Direlokasi ke Bekas Gedung Bioskop Indra

“Tetapi selain itu, kami pula akan menurunkan 328 personil khusus melakukan pengawasan protokol kesehatan di daerah wisata,” kata Noviar.

Noviar menyatakan pengetatan gerak libur akhir tahun ini pula diikuti kebijakan bahwa Yogyakarta melarang seluruh aktivitas seni, pertunjukan & konser apapun waktu periode 24 Desember sampai 2 Januari buat mengantisipasi munculnya kerumunan massa. “Kami akan tindaklanjuti aduan aduan rakyat pula selain berpatroli,” kata beliau.

Dari catatan Satgas Covid-19 RI per 1 Desember ini, terdapat 4 dari 5 daerah kabupaten/kota di DIY yang masuk dalam 21 daerah yang mengalami peningkatan masalah harian. Daerah itu artinya Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, Bantul & Gunungkidul. Hanya Kabupaten Kulon Progo yang tercatat kasusnya tidak terdapat peningkatan.

“Dengan adanya 21 daerah yang tercatat mengalami masalah peningkatan masalah harian sepekan ini, kami harap penerapan seluruh ketentuan PPKM Level 3 yang diterapkan bulan Desember ini dapat benar benar pemerintah wilayah,” kata Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan RI Siti Nadia Tarmizi dalam obrolan daring, Rabu.

Nadia mengungkapkan wilayah yang mengalami peningkatan masalah itu perlu segera melakukan langkah-langkah misalnya memperluas tracing supaya masalah tidak makin meluas. “Indonesia waktu ini telah masuk dalam kategori transmisi komunitas Level 1, dengan kapasitas respon sedang & vaksinasi sedang. Tren positif ini wajib dapat dipertahankan dengan cara mengendalikan pandemi,” kata beliau.

Kepala Satgas Covid-19 Harian Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengungkapkan waktu ini Pemerintah Kota Yogyakarta mengaktifkan tidak kurang 120 shelter isolasi menjelang libut Natal & Tahun Baru menjadi bagian kesiapsiagaan. “Seluruh tempat tinggal sakit rujukan Covid-19 di Kota Yogya pula on-off artinya bila terdapat masalah maka akan dialokasikan ranjang khusus buat penanganan,” kata Heroe yang pula Wakil Wali Kota Yogya itu. (lna)

- Advertisement -spot_img

More articles

- Advertisement -spot_img

Latest article