Minggu, Desember 5, 2021

Miris! Seseorang Siswi Sekolah Dasar di Malang Ini Diperkosa, Dianiaya, Sembari Direkam & Difoto

- Advertisement -
- Advertisement -

Pelecehan seksual & bullying ialah 2 masalah yang tidak kunjung selesai & terus saja terjadi. Dalam satu bulan bulan terakhir, informasi tantang pelecehan seksual berseliweran di mana-mana, dialami sang anak sekolah Sekolah Dasar sampai mahasiswa. Begitu pula dengan bullying, mereka tidak hanya mendapat kata-kata kasar saja, namun pula dianiaya secara fisik.

Salah satunya dialami sang siswi yang masih duduk di bangku SD (Sekolah Dasar) di Malang. Sebut saja namanya Mawar (bukan nama sebenarnya). Mawar mendapat perlakuan yang tidak manusiawi, mulai dari dicabuli, diklaim pelakor, sampai ditendang ketua & tubuhnya hingga memar.

Diperkosa sang tetangganya sendiri

Peristiwa ini terjadi dalam Kamis (18/11/21) di mana Mawar (13) diperkosa sang tetangganya yang berinisial Y (18). Sekitar pukul 10.00, korban mendapatkan pesan dari Y yang mengaku & menyamar menjadi laki-laki bernama Dani (yang tidak lain ialah sahabat korban). Y tiba-tiba saja tiba menjemput korban, kemudian mengajaknya ke tempat tinggal dengan dalih buat istirahat.

Diperkosa sang tetangganya sendiri [sumber gambar]

Di tempat tinggal inilah, Mawar diperkosa sang pelaku. Tangannya diikat memakai selendang, mulutnya dibekap, dan Mawar diancam dengan pisau. Tidak lama, istri pelaku yang berisinal S, masuk & menggedor pintu tempat tinggal. Mendapati Mawar sedang bareng suaminya, dia malah menyudutkan anak Sekolah Dasar tadi (dengan menyebutnya pelakor) dan kata caci maki, sampai mengusirnya keluar dari dalam tempat tinggal.

Dijemput sang teman-temannya & dipersekusi

Sesudah diusir sang istri pelaku, Mawar dijemput delapan temannya (yang sama-sama tinggal di sekitar panti asuhan). Tetapi, alih-alih dibawa ke tempat tinggalnya di satu dari panti asuhan di Blimbing, Malang, Mawar malah mendapat perlakuan kurang baik. Mawar dibawa ke wilayah Perumahan Puri Palma yang sepi & dibully beramai-ramai sang anak-anak tadi.

Ponsel Mawar dirampas & dipakai buat merekam peristiwa itu. Dalam ketika dianiaya, Mawar ditendang, dijambak rambutnya, bahkan kepalanya dipukul berkali-kali sembari dilontarkan kata-kata kasar sang para pelaku. Parahnya lagi, sesudah menganiaya Mawar, teman-temannya mengajak Mawar berfoto bareng dengan gaya metal. Mereka tampak sumringah & bangga sesudah menganiaya Mawar.

Diantar pergi ke panti asuhan sesudah peristiwa

Sesudah dirinya habis-habisan dianiaya, Mawar diantarkan pergi ke panti asuhan. Smartphone bersama uang Rp40.000 diambil sang teman-teman yang menganiaya. Sesuai video penganiayaan terhadap Mawar ini, kemudian viral di sosial media (sebab dijadikan menjadi status Whatsapp).

Murid dianiaya [sumber gambar]

Sesuai pengakuan anggota tim kuasa aturan Mawar, Do Merda Al-Romdhoni, Mawar pergi ke panti dengan wajah yang berdarah & lebam-lebam hasil pukulan. Sementara itu, LBH Ikatan Pembela terdakwa resmi Indonesia (Ikadin) Malang Raya, Leo Angga Permana menduga bahwa pelaku penganiayaan ialah suruhan S (istri pemerkosa). Sebagai akibatnya antara S & teman-teman Mawar yang melakukan hal keji tadi saling kenal satu sama lain.

Tinggal di panti asuhan sebab tidak terdapat yang merawat

Mawar tinggal di panti asuhan bukan sebab tidak lagi mempunyai orang tua, namun sebab tidak terdapat yang merawatnya apabila tinggal di tempat tinggal. Ibunya sendiri bekerja menjadi asisten tempat tinggal tangga, sedangkan ayahnya menderita gangguan jiwa. Sebagai akibatnya, Mawar dititipkan di panti asuhan supaya terdapat orang yang merawat & memperhatikan keperluan sehari-harinya (sementara sang bunda bekerja).

Anak panti asuhan di Malang [sumber gambar]

Sesudah peristiwa tadi, Mawar menjadi korban tiba bareng orang tuanya didampingi tim kuasa hukumnya, melaporkan peristiwa tadi, dalam Senin (22/11). Mereka melaporkan pelaku terkait masalah Pasal 81 juga Pasal 170 mengenai Proteksi Anak terkait pencabulan dan pengeroyokan juga Pasal 369 mengenai Perampasan.

Polisi akan usut peristiwa ini hingga tuntas

Video yang viral ini banjir hujatan kepada para pelaku yang melakukan penganiayaan. Mereka mengutuk teman-teman Mawar yang sama sekali tidak memikirkan perbuatan jelek mereka. Sementara itu, Polresta Malang Kota mengungkapkan bahwa mereka sedang mengusut penganiayaan & pelecehan seksual sampai masalah ini tuntas. Kapolresta Malang Kota, Ajun Komisaris Besar Budi Hermanto berkata bahwa pihaknya masih menunggu output visum. Visum ini buat memastikan apakah terdapat kekerasan dalam korban dengan benda keras, dll.

Kapolresta Malang Kota Ajun Komisaris Besar Budhi Hermanto ketika rilis masalah bullying terhadap siswi [sumber gambar]

Selain itu, bullying ini menyebabkan psikis korban terganggu. Sang karenanya, wajib terdapat forensik psikolog yang dapat menilai. Sesudah seluruh selesai, pihak kepolisian akan menyampaikan output masalah ini kepada publik. Waktu ini, Polresta Malang telah mengamankan 10 orang pelaku pelecehan seksual & penganiayaan tadi (mayoritas mereka ialah anak di bawah umur). Waktu ini, terduga pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Satreskrim Polresta Malang Kota.

BACA JUGA: Bikin Geram, Pengajar Ngaji di Padang Ini Lakukan Pencabulan kepada Belasan Muridnya di Musala

Semoga masalah ini segera menemui titik terang ya, & pelaku mendapatkan ganjaran yang setimpal atas perbuatan mereka. Semoga ke depannya, masalah kekerasan seksual, bullying, dan penganiayaan yang dilakukan sang anak-anak usia sekolah ini tidak lagi terjadi.

- Advertisement -
Latest news
- Advertisement -
Related news
- Advertisement -