Minggu, Desember 5, 2021

Kerja sama UMP Sebagai Pelopor Rakyat Digital

- Advertisement -
- Advertisement -

Kerja sama UMP Sebagai Pelopor Rakyat Digital


By:
Date Uploaded:
Description: Kerja sama UMP Sebagai Pelopor Rakyat Digital

Rangkaian webinar Literasi Digital di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah kembali bergulir. Dalam Kamis, 25 November 2021 pukul 09.00 WIB, sudah dilangsungkan webinar bertajuk “Sebagai Pelopor Rakyat Digital”.

Aktivitas masif yang diinisiasi & diselenggarakan sang Direktorat Pemberdayaan informatika Direktorat Jenderal Pelaksanaan Informatika Kementerian Kominfo RI ini menghadirkan secara virtual Gubernur Provinsi Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP, & Rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) Dr Jebul Suroso.

Hadir narasumber lain yakni, Jota Eko Hapsoro Faunder & CEO Jogjania.com, Ricko Luis Antonio menjadi SEO Specialist & Content Writer, Ahmad Khoirul Anwar SSn MSn Dosen DKV Universitas Aahid Surakarta & Owner Roycool Studio, dengan dimoderatori sang Rara Tanjung & Keyopinion Leader sang Vanessa Axelia.

Rektor UMP Dr Jebul Suroso dalam pemaparannya yang berjudul Pancasila Menjadi Way Of Life Dalam Budaya Digital berkata, Indonesia diawal tahun 2021 mengalami kenaikan pengguna internet mencapai 202,6 juta jiwa dari jumlah total penduduk Indonesia 274,9 juta jiwa.

“Artinya penetrasi internet 73 %. Media yang dipakai 95,4 % smartphone. Homogen-rata waktu yang dipakai dalam berinternet kebanyakan orang yaitu 8 jam ke atas/ hari,” jelasnya.

Berdasarkan Rektor, problem budaya digital ketika ini yaitu selain penggunaan internet & media digital yang tidak hanya membagikan manfaat bagi penggunanya, tetapi pula membuka peluang terhadap aneka macam masalah.

“Kurangnya kecakapan digital dalam memakai perangkat keras & perangkat lunak menimbulkan penggunaan media digital yang tidak optimal & kebocoran data pribadi juga penipuan digital,” katanya.

Lebih lanjut Dr Jebul menambahkan, insan pancasila di era digital wajib Berpikir Kritis. Artinya konten yang akan kita produksi & distribusikan selaras dengan nilai Pancasila & Bhinneka Tunggal Ika.

“Dasar utamanya merupakan pertanyaan apakah konten kita benar objektif sesuai fakta, penting atau dibutuhkan inspiratif & mempunyai niatan baik buat orang lain artinya tidak memihak, tidak merugikan,” jelasnya.

Menurutnya, sebagai warga digital yang Pancasilais berarti siap buat berhadapan dengan pengguna internet dengan latar belakang yang bermacam-macam. Kerja sama Kampanye Literasi Digital dengan mempunyai inisiatif buat berpartisipasi & berkolaborasi aktif dalam aktivitas & komunitas digital.

“Perlu diperhtikan dalam berkomunikasi di media umum yaitu Pandangan media umum adalah media yang sangat berbeda dengan dunia nyata & Media umum tidak hanya sekedar memfasilitasi pengguna, akan namun menjadi institusi usaha,” ucapnya. (tgr)

- Advertisement -
Latest news
- Advertisement -
Related news
- Advertisement -