Minggu, Desember 5, 2021

Jogja International Travel Mart 2021 Digelar, Gairah Baru Pariwisata

- Advertisement -
- Advertisement -
Stand Jogja International Travel Mart 2021 (Foto: youtube Humas Jogja)

JATENG.CO, JOGJA – Pemerintah Wilayah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar acara Jogja International Travel Mart atau JITM 2021. Rencana kenaikan pangkat wisata itu berlangsung mulai Senin hingga Kamis, 22-25 November 2021 di Hotel Grand Inna Malioboro.

Wakil Gubernur DI Yogyakarta, Sri Paduka Paku Alam X mengungkapkan, Jogja International Travel Mart ini adalah sarana yang dapat menginspirasi calon wisatawan, baik wisatawan domestik juga wisatawan mancanegara, buat menentukan liburan di banyak sekali destinasi wisata di Yogyakarta.

“Pandemi selama 2 tahun terakhir ini bukan alasan buat mengabaikan sektor pariwisata,” kata Paku Alam X, sebagaiamana dilansir dari tempo.co.

Jogja International Travel Mart 2021 adalah ajang kenaikan pangkat wisata tahunan Pemerintah DI Yogyakarta yang berlangsung semenjak 2010. Dalam acara ini, para pembeli sekaligus agen bepergian wisata dari banyak sekali wilayah dapat bertemu & bernegosiasi dengan para pelaku usaha pariwisata di Yogyakarta.

Pelaku usaha pariwisata yang turut mengikuti rencana Jogja International Travel Mart antara lain hotel, agen pejalanan wisata, restoran, hingga toko oleh-oleh. Tahun ini, acara tadi diikuti sang 45 penjual dari DI Yogyakarta & 45 pembeli dari Jakarta, Bali, Manado, & wilayah lainnya.

Baca pula: Asik, Pemerintah Kota Jogja Berencana Pasang Charging Station Di Sejumlah Pedestrian

Kendati masih dalam masa pandemi Covid-19, Paku Alam mengungkapkan, kenaikan pangkat wisata & pertunjukan seni tetap wajib menggeliat. Karena itu, ajakan supaya wisatawan berkunjung ke sejumlah destinasi wisata di Yogyakarta terus berjalan.

Ketua Dinas Pariwisata DI Yogyakarta, Singgih Raharjo mengungkapkan, kunjungan wisatawan di Yogyakarta terus semakin tinggi di masa PPKM Level 2.

“Waktu ini, jumlah wisatawan yang tiba & terpantau melalui pelaksanaan Visiting Jogja sebanyak 2.000 hingga 3.000 orang dalam hari Senin hingga Kamis. Sementara di akhir pekan mencapai 6.000 hingga 8.000 wisatawan,” uajrnya.

Mengenai pengaturan PPKM Level 3 selama libur Natal & Tahun Baru, Singgih mengungkapkan, belum terdapat kabar apakah destinasi wisata wajib ditutup atau boleh tetap beroperasi. Yang kentara, berdasarkan beliau, pemerintah DI Yogyakarta, telah mengambil ancang-ancang bila terjadi lonjakan kedatangan wisatawan.

“Kami mendorong kesiapan penerapan protokol kesehatan di destinasi wisata. Wajib dipastikan jangan hingga kendor,” kata Singgih. (lna)

- Advertisement -
Latest news
- Advertisement -
Related news
- Advertisement -