Minggu, Desember 5, 2021

Ganjar Beri Waktu Empat Hari dalam Buruh Beri Masukan Soal UMK

- Advertisement -
- Advertisement -

SEMARANG (JATENG.CO)- Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, memberi waktu empat hari kepada perwakilan buruh, buat menunjukkan masukan & berembug bareng buat memilih struktur skala upah, sebelum Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) diketok dalam Selasa (30/11/2021) mendatang.

”Kita punya waktu empat hari mulai hari ini, besok Jumat, Sabtu, Minggu, & Senin, sebab Selasa kami putuskan UMK. Kabupaten/kota telah aku mintai masukannya seluruh. Hari ini sahabat KSPN aku minta buat menunjukkan feedback,” kata Ganjar, usai menemui perwakilan buruh yang tergabung dalam Federasi Kesatuan Perkumpulan Pekerja Nasional (FKSPN), di Tempat kerja Gubernur Jateng, Kamis (25/11/2021).

Berdasarkan beliau, selama empat hari ini perwakilan pekerja dapat menunjukkan masukan buat kemudian diformulasikan, & buat terobosan. ”Ya, terobosan aku struktur skala upah,” imbuh Ganjar.

BACA JUGA: Massa Pemuda Pancasila Pula Geruduk DPRD Kudus

Dijelaskan beliau, pertemuan dengan FKSPN itu buat mencari titik temu, yaitu mufakat yang mesti dibangun bareng. Ditambahkannya, masukan buruh sangat bagus, & paham benar bagaimana PP Nomor 36 itu mengunci dengan formulasi yang kentara, sebagai akibatnya Gubernur tidak mempunyai kewenangan dalam memilih upah minimum.

”Ya telah, kini didesain. Formula ini yang aku minta disiapkan sang kawan-kawan yang bekerja bareng-bareng. Biar tidak menunggu waktu. Kalau tidak dapat hari ini ya kita minta empat hari ini, buat dapat memberikan,” harap Ganjar.

Terkait ketentuan tambahan struktur skala upah, Ganjar memberikan, para buruh pula sangat mengapresiasi. Tetapi buruh masih menunjukkan tuntutan, supaya struktur skala upah itu didetailkan. Ganjar sendiri menyatakan, detail itu tidak dapat terdapat dalam SK Gubernur.

BACA JUGA: Reka Ulang Dukun Pembunuh Empat Orang Dilakukan Hari Ini

”Nah, hari ini mereka kita “sandera” sementara waktu, buat mendetailkan. Maka kami minta mereka buat rapat bareng. Masukan mereka soal struktur skala upah & buruh dengan masa kerja di atas satu tahun itu, misalnya apa?” ungkap Ganjar.

Terkait dengan detail itu, beliau pula minta supaya perusahaan & buruh wajib terbuka. Perusahaan yang laba wajib ditampilkan, & buruh wajib memahami persis kondisi perusahaannya. Entah itu laba ataupun rugi.

”Kita meminta supaya fair, perusahaan yang masih sehat, laba, tinggi mana. Ini tidak terdampak covid-19, yang terdampak covid-19 yang mana? Kalau seluruh ini dipukul homogen, “gebyah uyah” seluruh, pasti tidak mungkin. Kalau perusahaan bangkrut, yang kena PHK siapa yang urusi. Kita telah koordinasikan semuanya, yang di-PHK itu kita urusi. Bantuan terdapat & sebagainya,” jelasnya.

BACA JUGA: Arti Slogan Berkecimpung dengan Hati, Pulihkan Pendidikan dalam Peringatan Hari Pengajar Nasional

Ganjar pula memberikan apresiasinya, sebab aksi yang dilakukan buruh di depan Tempat kerja Gubernur Jateng berlangsung tertib. Beliau pula memaklumi, jikalau aktualisasi diri buruh yang beraksi dilakukan dengan berteriak & menyalakan musik dengan keras.

”Aku pula terima kasih aksinya tertib, menyampaikannya bagus. Bahwa aktualisasi diri yang dilakukan mereka dengan berteriak & dangdutan, tidak apa-apa. Yang penting aku minta prokesnya jalan,” tukasnya.

Ganjar pula menceritakan, saat sedang melakukan pembahasan dengan perwakilan buruh, mereka yang terdapat di luar masih teriak-teriak. ”Aku minta tolong supaya ditelepon, & tidak teriak-teriak, sebab kita mau bicara. Akhirnya ditelpon, mereka pun berhenti, & itu keren,” pujinya.

Riyan

- Advertisement -
Latest news
- Advertisement -
Related news
- Advertisement -