Minggu, Desember 5, 2021

Ekspresi dominan Camping di Kaki Gunung Slamet, Pilihan Milenial Mengisi Liburan Akhir Pekan

- Advertisement -
- Advertisement -

TEMPAT Camping Permadi Jungle Guci Kabupaten Tegal sebagai satu dari pilihan menarik bagi generasi milenial dalam merasakan sensasi menginap di sebuah tenda. Apalagi lokasinya di kaki Gunung Slamet atau alam bebas.

“Setiap akhir pekan yang camping selalu banyak, didominasi sang kalangan milenial & bahkan terdapat pula dari famili yang bawa anak-anaknya,” kata Ketua Permadi Jungle Guci, Sopyan dalam panturapost, Minggu (17/10/2021).

Dari beliau, konsep wisata camping di alam bebas kini telah ngetrend di seluruh wisata di Kabupaten Tegal bahkan di luar kota. Sebab, berkemah atau camping sebagai tren traveling terkenal di kalangan traveler, terutama kaum milenial.

“Ekspresi dominan kini, konsep wisata tidak jauh dengan camping. Terdapat konsep wisata spot foto disertai camping dengan pemandangan pegunungan, camping di bawah hutan pinus, camping di atas bukit, & konsep camping lainnya,” tuturnya.

Wisatawan yang melakukan camping  di akhir pekan itu tiba dari aneka macam wilayah. Misalnya Cirebon, Brebes, Tegal, Pemalang & wilayah lainnya. Mereka gak perlu gundah kalau tidak bawa alat-alat camping.  Di Permadi Jungle menyediakan alat-alat buat camping.

Satu dari wisatawan yang camping di Permadi Jungle Guci, Popi dari Brebes mengaku camping di Permadi Jungle Guci. “Mumpung libur kerja, liburan akhir pekan camping di bawah kaki Gunung Slamet. Buat menuju ke sini wajib jalan kaki sekitar 1 kilo,” kata beliau.

Beliau mengaku baru kali pertama camping di Permadi Jungle Guci & mendapat infonya dari google.  Baginya, wisata camping itu sebagai cara efektif  membuang rasa penat sehabis setiap hari sibuk dengan kerjaan.

“Pula dapat menambah wawasan, ketemu dengan orang-orang baru. Apalagi camping di pegunungan dapat mengembangkan obrolan sembari menikmati secangkir kopi,” katanya.

Bagi Popi, camping itu rekreasi santai yang irit biaya. &, serunya dapat menghabiskan waktu dengan sahabat & menjauh sejenak dari aktivitas di akhir pekan, menghirup udara segar sembari menikmati keindahan alam & mempererat persahabatan dan menambah sahabat.

“Bayangin, bangun pagi ditemani bunyi peredaran sungai,” ungkapnya. (*)

Editor: Muhammad Abduh

- Advertisement -
Latest news
- Advertisement -
Related news
- Advertisement -