Minggu, Desember 5, 2021

Demo di Tempat kerja Gubernur, Buruh Tantang Ganjar Abaikan SE Menaker Dalam Penetapan UMP

- Advertisement -
- Advertisement -

BETANEWS.ID, SEMARANG – Ratusan buruh kembali menggeruduk tempat kerja Gubernur Jawa Tengah buat melakukan aksi protes soal Upah Minimal Provinsi (UMP). Buruh beranggapan, UMP Jateng paling rendah di Indonesia.

Kepala Konfederasi Perkumpulan Pekerja Nasional (KSPN) Jawa Tengah Nanang Setyono mengungkapkan, buruh meminta supaya pemerintah mencabut Undang-Undang Cipta Kerja & menaikkan besaran upah buruh yang dipercaya menyengsarakan buruh.

Baca pula : Buruh Jateng Tuntut UMK Tahun 2022 Naik 16 %

– Ads Banner –

“Pemerintah diharapkan segera mengganti Peraturan Pemerintah Nomor 36 terkait dengan pengupahan,” jelasnya, ketika ditemui di depan Tempat kerja Gubernur Jateng, Kamis (25/11/2021).

Buat itu, beliau menantang supaya Ganjar Pranowo, Gubernur Jateng berani melakukan terobosan aturan buat memutuskan upah minimum kabupaten atau kota di Jateng. Apabila hal itu tidak dilakukan, akan menempatkan Jateng menjadi provinsi yang memiliki UMP paling rendah di Indonesia.

“Selain itu, kita pula meminta supaya Ganjar mengabaikan Surat Edaran Menteri Ketanagakerjaan & Menteri Dalam Negeri di dalam penetapan upah minimum,” katanya.

Beliau beranggapan, bila Ganjar berani melakukan terobosan tadi maka orang nomor satu di Jateng itu layak sebagai Calon Presiden tahun 2024. Tetapi, akan berdampak lain bila Ganjar melakukan kebijakan yang kebalikannya.

Baca pula : UMP Jateng 2022 Naik 0,78 %, Ini Besarannya

“Apabila Ganjar dalam penetapan UMK hanya normatif saja, tanpa berani melakukan terobosan aturan, maka sesungguhnya beliau pula sama halnya dengan tokoh lain,” imbuhnya.

Apabila tuntutan buruh tidak dilakukan sang Ganjar, beliau mengancam akan melakukan upaya aturan di Pengadilan Rapikan Usaha Negara (PTUN). Beliau akan mengkaji Surat Keputusan (SK) yang nantinya akan dimuntahkan sang Ganjar. “Tentunya hal itu akan kita pelajari,” paparnya.

Editor : Kholistiono

- Advertisement -
Latest news
- Advertisement -
Related news
- Advertisement -