Minggu, Desember 5, 2021

Cara Tepat Menumbuhkan Murid Aktif dengan Metode Think Pair Share – JATENG.CO

- Advertisement -
- Advertisement -

Sang: Arum Cahyanti, S.Pd.

JEPARA (JATENG.CO) – Metode yang dapat di pakai buat mengatasi pembelajaran yang masih didominasi sang pengajar salah satunya yaitu metode pembelajaran kooperatif tipe think pair share (TPS). Dengan adanya contoh pembelajaran ini, anak didik cenderung aktif buat mengikuti pembelajaran di kelas sebab seluruh anak didik terlibat secara langsung. Think-Pair-Share (TPS) dapat menaikkan kemampuan anak didik dalam mengingat suatu liputan & seseorang anak didik pula dapat belajar dari anak didik lain dan saling memberikan idenya buat didiskusikan sebelum disampaikan di depan kelas.

Think-Pair-Share (TPS) adalah satu dari contoh pembelajaran kooperatif. Dengan kata lain, contoh pembelajaran ini menunjukkan kepada anak didik waktu buat berfikir & merespon. Terdapat 3 tahapan contoh pembelajaran yaitu thinking, pairing, & sharing.

Dalam tahap thinking (berpikir), pengajar memberi pertanyaan kepada anak didik. Kemudian anak didik diberi waktu buat berpikir mencari jawabannya. Umumnya waktu yang diberikan artinya 3 mnt. Sesudah tahap thinking, pengajar memerintahkan anak didik buat pairing (berpasangan) dengan membangun gerombolan. Murid mendiskusikan pertanyaan yang diberikan pengajar dengan durasi 5-7 mnt menyatukan pendapat atas jawaban yang mereka pikirkan.

Tahap terakhir artinya sharing (mengembangkan). Dalam tahap ini, pengajar meminta anak didik memberikan output diskusi kepada teman-temannya. Pengajar dapat memilih anak didik atau masing-masing perwakilan gerombolan buat maju di depan kelas.

Cara pembelajaran contoh ini artinya cara efektif buat memantik diskusi di kelas. Karena contoh ini mengedepankan anak didik mempunyai kiprah aktif bareng secara berkelompok, berdiskusi, & memecahkan masalah. Murid dituntut buat mengingat, menemukan, & memahami konsep baru dalam sebuah pembelajaran. Murid mengingat, kemudian memberikan materi yang sudah diajarkan pengajar kepada anak didik lain dalam satu kelompoknya. Kemudian, anak didik lain yang masih dalam satu gerombolan merespon, bertanya, & lainnya menimpali satu sama lain. Hal ini sebagai faktor bertenaga dalam menaikkan kemampuan anak didik dalam merespon pertanyaan dan menumbuhkan sikap saling membantu satu sama lain.

Kelebihan contoh think pair share ini artinya anak didik berperan aktif dalam proses pembelajaran, melatih anak didik bertanggung jawab, interaktif, & menumbuhkan kepercayaan diri.

Contoh pembelajaran ini menaikkan keaktifan anak didik di dalam kelas sebagai akibatnya proses pembelajaran yang terjadi tidak lagi teacher centered learning melainkan student centered learning. Banyak penelitian memakai metode TPS buat mengetahui keaktifan anak didik di dalam kelas.

Penulis adaah pengajar Sekolah Menengah Kejuruan Roudlotul Mubtadiin, Balekambang Nalumsari Jepara.

- Advertisement -
Latest news
- Advertisement -
Related news
- Advertisement -