-0.9 C
Munich
Rabu, 19 Januari, 2022

BNI Campus Financial Ecosystem Menggarap IPB Cashless

Must read

Jakarta – Harapan dalam  recovery ekonomi Indonesia pasca pandemi memberi angin segar potensi pemulihan aneka macam sektor dunia usaha sebagai akibatnya memicu apresiasi IHSG di penghujung tahun 2021.

Laju pertumbuhan ekonomi nasional di akhir tahun 2021 masih terhitung moderat, namun investor telah melihat prospek recovery di tahun 2022 ke depan akan semakin cerah & potensi mendorong pertumbuhan indeks saham IHSG yang lebih baik dibandingkan tahun ini.

Adapun, minat berinvestasi pula semakin tinggi pesat di masa pandemi, tercermin dari data KSEI mengenai investor Reksa Dana yang tumbuh tajam dari 1,78 juta di akhir tahun 2019 sebagai 3,88 juta di akhir tahun 2020 & naik terus mencapai 6,76 juta di akhir Oktober 2021 (tumbuh 74,15%). Bahkan, menariknya sekitar 50% dari investor baru tadi berasal dari kalangan milenial.

Pertumbuhan investor kalangan milenial tadi tidak lepas dari pertumbuhan platform digital agen penjual Reksa Dana, maraknya edukasi investasi di sosial media dan semakin bermacam-macam kebutuhan investor millennial yang ingin mempunyai produk investasi yang simple.

Sang karenanya, BNI Asset Management (BNI-AM) melihat peluang tadi & mencoba mengambil kesempatan buat memenuhi kebutuhan investor akan instrumen investasi berbasis saham yang menantang tetapi tetap terukur risikonya.

“Sebagaimana harapan investor, produk baru yang kami luncurkan ini sangat challenging tetapi tetap terukur risikonya sebagai akibatnya sesuai buat investor pemula juga investor yang telah pengalaman, bahkan cocok juga buat investor Institusi misalnya dana purna tugas,” ujar Novita Widya Anggraini selaku Direktur Keuangan BNI, dalam acara Virtual Launch & Talk Show BNI 30G, Jumat, 3 Desember 2021.

Dalam kesempatan tadi, Presiden Direktur BNI Asset Management Putut Endro Andanawarih ikut menuturkan bahwa pemulihan ekonomi  pasca krisis pandemi Covid-19 mendorong pertumbuhan indeks saham di penghujung tahun 2021 terutama buat saham – saham indeks IDX Growth 30 yang diprediksi dapat membukukan pertumbuhan tertinggi dibandingkan saham – saham dalam indeks lainnya.

“Sang karenanya, hari ini kami menerbitkan Reksa Dana  Indeks BNI-AM Indeks IDX Growth 30 dengan call name Reksa Dana BNI 30G. Reksa Dana BNI 30G artinya Reksa Dana dengan underlying saham yang termasuk dalam indeks IDX Growth 30 yang terdiri dari kumpulan saham – saham 30 emiten kapitalisasi besar & medium yang memiliki pertumbuhan tertinggi di Bursa Efek Indonesia. Menjadi Reksa Dana indeks, BNI 30G mereplikasikan kinerja indeks IDX Growth 30,” kentara Putut.

Putut menambahkan tujuan dibentuknya Reksa Dana BNI 30G artinya menjadi cara lain pilihan bagi investor yang menginginkan reksa dana saham dengan return yang menantang tetapi memiliki risiko terukur.

“Harapan kami Reksa Dana BNI 30G sebagai jawaban dari para investor, yang  diuntungkan sebab dengan biaya pengelolaan yang terjangkau dapat mempunyai 30 saham kapitalisasi besar dengan pertumbuhan tinggi, mudah di monitor, & murah,” tambahnya.

Tanggapan positif para investor terhadap Reksa Dana BNI-AM Indeks IDX30 (BNI30), & produk reksadana lainnya di BNI Asset Management misalnya BNI-AM Nusantara ETF MSCI Indonesia (XBNI) & BNI-AM ETF MSCI ESG Leader Indonesia (XBES) menjelaskan bahwa jenis reksadana tadi gampang di monitor, & lebih transparan.

Ketiga reksadana tadi pula tergolong likuid, minim kesalahan dalam melakukan stock picking, & biaya reksa dana yang agak lebih rendah, sebagai akibatnya  sesuai kebutuhan & profil risiko  investor.

“Kesuksesan penjualan Reksa Dana BNI-AM Indeks IDX30 (BNI30), BNI-AM Nusantara ETF MSCI INDONESIA (XBNI), BNI-AM ETF MSCI ESG Leader Indonesia (XBES) mendorong kami buat menambahkan varian produk baru dengan meluncurkan produk Reksa Dana yang tetap mengedepankan 30 saham pilihan bursa sebab kumpulan saham tadi mempunyai kapitalisasi besar & likuiditas perdagangan yang tinggi,” terang Putu lagi.

Menjadi kabar, Reksa Dana BNI 30G yang  ditawarkan buat nasabah retail akan dipasarkan melalui 3 APERD (Agen Penjual Efek Reksa Dana) yaitu BNI Sekuritas, Fundtastic, &  Makmur. Sedangkan buat nasabah institusi akan ditawarkan terutama kepada korporat asuransi, dana purna tugas, & pula ditawarkan kepada korporat BNI Group menjadi perwujudan sinergi usaha holding.

Ke depannya, Reksa Dana BNI 30G pun digadang akan sebagai satu dari produk unggulan BNI Asset Management di tahun 2022 mendatang bareng dengan produk unggulan lainnya yaitu BNI-AM Dana Likuid, BNI-AM Dana Lancar Syariah, BNI-AM Makara Investasi, BNI-AM Inspiring Equity Fund, BNI-AM Mahogany, & BNI-AM Indeks IDX30 (BNI30). (*) Steven Widjaja

The post BNI Campus Financial Ecosystem Menggarap IPB Cashless appeared first on Infobanknews.

- Advertisement -spot_img

More articles

- Advertisement -spot_img

Latest article